Festival Duanwu jatuh pada hari kelima bulan kelima lunar. Di Indonesia festival ini luas dikenal sebagai Festival Bakcang atau “hari makan bakcang”.
端午节 · Duanwu
Tradisi populer mengaitkan Duanwu dengan Qu Yuan, seorang penyair dan pejabat pada masa Tiongkok kuno yang menceburkan diri ke sungai sebagai bentuk protes politik. Dalam cerita yang diwariskan, masyarakat melemparkan bungkusan nasi ke sungai agar ikan tidak memakan jasadnya. Kisah ini kemudian menjadi salah satu penjelasan populer tentang bakcang dan perahu naga.
Bakcang adalah nasi yang dibungkus daun bambu dan menjadi simbol kuliner yang paling lekat dengan Duanwu. Di Indonesia, penyebutan “Festival Bakcang” sendiri menunjukkan betapa kuatnya makanan ini menjadi identitas festival di kalangan Tionghoa-Indonesia.
Selain makan bakcang, Duanwu juga diasosiasikan dengan lomba perahu naga atau dragon boat race di berbagai negara. Tidak semua keluarga merayakannya dengan cara yang sama; ada yang menekankan aspek keluarga dan kuliner, ada pula komunitas yang merayakannya melalui kegiatan budaya.
Duanwu selalu berada pada tanggal lunar bulan 5 hari 5, sehingga tanggal Masehinya berubah setiap tahun. Buka Detail Hari dari ringkasan tanggal untuk melihat konteks Huangli pada tanggal tersebut.
Catatan: praktik festival dapat berbeda menurut keluarga, komunitas, daerah, dan kepercayaan. Halaman ini disajikan sebagai pengantar budaya, bukan aturan ritual yang wajib diikuti.