Kalender Tionghoa bersifat lunisolar: bulan mengikuti fase Bulan, sementara pergantian musim tetap perlu mengikuti perjalanan Matahari. Di sinilah 24 Jieqi berperan. Satu tahun matahari dibagi menjadi 24 titik, masing-masing kira-kira berjarak 15 derajat bujur ekliptika. Karena itu tanggal Jieqi tidak mengikuti tanggal lunar yang tetap dan dapat bergeser satu hari menurut zona waktu.
Beberapa Jieqi juga menjadi penanda budaya yang dikenal luas. Qingming berkaitan dengan tradisi Ceng Beng, Dongzhi menandai titik balik matahari musim dingin, sedangkan Li Chun dipakai sebagai batas penting dalam sejumlah sistem tradisional termasuk perhitungan BaZi. Untuk membaca kalender sehari-hari, Jieqi membantu menjelaskan mengapa bulan tradisional dan musim tidak selalu bergerak persis bersama.
Sanfu (三伏) adalah rangkaian 30 atau 40 hari musim panas yang ditentukan dari Xiazhi, Liqiu, dan hari-hari dengan Batang Langit Geng (庚). Kalender menandai tiga tahapnya: Chufu (初伏), Zhongfu (中伏), dan Mofu (末伏).
Shujiu (数九) adalah hitungan 81 hari sejak Dongzhi, dibagi menjadi sembilan kelompok yang masing-masing berisi sembilan hari. Keduanya adalah penanda musim tradisional Tiongkok/belahan bumi utara, sehingga tidak boleh dibaca sebagai prakiraan suhu atau musim lokal di Indonesia.
Pada kalender interaktif, Sanfu diberi simbol 伏 dan Shujiu diberi simbol 九. Periode ini ditampilkan sebagai konteks kalender, bukan sebagai aturan Yi/Ji.